Menu
Perusahaan yang belum memiliki Angka Pengenal Importir (API) tetap bisa melakukan impor ke Bali melalui skema undername import — yaitu proses impor yang dilakukan atas nama importir berizin yang bertindak sebagai pihak pengurus, dengan barang dan transaksi tetap tercatat sesuai ketentuan kepabeanan yang berlaku. Bali Customs Clearance, business desk Juara Holding Group, membantu perusahaan memahami skema ini secara legal, termasuk syarat kepatuhan dan dokumen yang dibutuhkan, tanpa menawarkan cara untuk menghindari kewajiban pajak atau prosedur resmi.
Skema undername umumnya dipakai oleh perusahaan yang baru mulai mengimpor dalam skala kecil hingga menengah, belum mengurus API sendiri, atau melakukan impor bersifat sementara/tidak rutin sehingga belum efisien untuk mengurus izin importir sendiri. Dalam skema ini, pihak importir berizin bertanggung jawab secara administratif atas pengajuan dokumen kepabeanan, sementara barang tetap milik dan digunakan oleh perusahaan pemesan sesuai perjanjian kerja sama yang disepakati.
Penting dipahami bahwa skema ini bukan celah untuk menghindari bea masuk atau pajak — seluruh kewajiban pabean tetap berlaku dan dihitung sesuai klasifikasi barang serta nilai pabean yang berlaku pada saat pengajuan. Yang berbeda hanyalah pihak administratif yang mengajukan dokumen ke sistem kepabeanan.
Ketentuan detail mengenai jenis barang yang boleh diimpor lewat skema ini, batasan nilai, dan dokumen wajib bisa berbeda tergantung kasus dan berubah dari waktu ke waktu mengikuti kebijakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Karena itu setiap permintaan akan dicek dan dikonfirmasi kasus per kasus sebelum tim memberikan gambaran alur dan estimasi.
Untuk perusahaan dengan kebutuhan volume lebih besar atau berkelanjutan, tim dapat mengatur skema borongan yang mengonsolidasikan beberapa pengiriman dalam satu koordinasi administratif, sehingga proses dokumentasi lebih rapi dan mudah dipantau. Skema ini biasanya cocok untuk perusahaan di sektor impor komersial yang mendatangkan barang secara berkala dari luar negeri, misalnya bahan baku, peralatan, atau stok produk.
Sebelum masuk ke paket borongan, tim akan meninjau jenis barang secara spesifik, karena beberapa kategori (misalnya barang yang termasuk daftar larangan/pembatasan) memerlukan izin instansi teknis yang tidak bisa dilewati meskipun menggunakan skema undername.
Perusahaan yang sudah aktif dan berencana melakukan impor rutin dalam jumlah besar umumnya akan lebih efisien mengurus API sendiri, karena ini memberi kontrol penuh atas proses kepabeanan tanpa bergantung pada pihak ketiga. Tim kami juga membantu perusahaan yang ingin bertransisi dari skema undername ke kepemilikan izin importir sendiri ketika volume dan kebutuhan sudah mendukung, sehingga hubungan kerja sama bisa berkembang sesuai fase pertumbuhan bisnis klien.
Setiap permintaan undername import ditinjau berdasarkan jenis barang, negara asal, dan tujuan penggunaan. Siapkan deskripsi barang, dokumen dari pemasok (jika tersedia), dan target waktu kedatangan agar tim bisa memberikan gambaran alur kerja yang relevan dengan kasus Anda. Perlu diingat bahwa dokumen wajib, tarif, dan status barang yang dibatasi harus tetap diverifikasi dengan otoritas Bea Cukai pada saat pengajuan resmi berlangsung, sehingga estimasi awal bersifat panduan, bukan kepastian mutlak.
Beberapa penyedia jasa menawarkan skema undername dengan iming-iming biaya lebih murah tanpa penjelasan kepatuhan yang memadai. Perusahaan perlu berhati-hati terhadap penawaran yang tidak transparan mengenai siapa yang bertanggung jawab secara hukum atas dokumen impor, karena kesalahan administratif bisa berdampak pada penahanan barang atau sanksi administratif dari otoritas kepabeanan. Prinsip kerja tim kami adalah memastikan setiap transaksi tercatat sesuai jalur resmi, dengan tanggung jawab yang jelas antara pihak importir berizin dan perusahaan pemesan, bukan mencari celah untuk mempercepat proses di luar prosedur.
Skema undername sering dipakai untuk kebutuhan seperti peralatan operasional kantor atau proyek, sampel produk dalam jumlah terbatas, atau barang pendukung usaha yang sifatnya tidak rutin. Untuk kebutuhan yang lebih spesifik seperti perlengkapan hotel, peralatan restoran, atau peralatan medis, tim akan memeriksa apakah kategori barang tersebut memerlukan izin teknis tambahan sebelum skema undername bisa diterapkan, karena beberapa kategori barang diatur secara khusus terlepas dari skema kepabeanan yang dipakai.
Durasi proses dipengaruhi oleh kelengkapan dokumen dari pemasok, jenis dan volume barang, jalur pemeriksaan yang ditetapkan Bea Cukai (hijau, kuning, atau merah), serta ada tidaknya kebutuhan izin tambahan dari instansi teknis. Karena variabel ini berbeda di setiap kasus dan bisa berubah mengikuti kebijakan yang berlaku, tim tidak memberikan janji waktu tetap di muka — estimasi disampaikan setelah dokumen awal diperiksa, dan akan diperbarui jika ada perkembangan selama proses berjalan.
Sebagai gambaran, sebuah usaha F&B yang baru berdiri di Bali dan ingin mendatangkan peralatan dapur dari luar negeri dalam jumlah terbatas biasanya belum memerlukan API sendiri. Skema undername memungkinkan usaha tersebut tetap bisa mengimpor secara legal sambil menunggu volume bisnis berkembang cukup besar untuk membenarkan investasi mengurus izin importir sendiri. Setiap skenario tetap perlu ditinjau tim sebelum dijalankan, karena kesesuaian skema sangat bergantung pada jenis barang dan tujuan penggunaannya.
Untuk konsultasi mengenai skema undername import dan kepatuhan yang berlaku, hubungi business desk kami via WhatsApp +62 811-3941-4563 atau email [email protected].